HARGA KEDELAI AKAN DI TETAPKAN PEMERINTAH

Badan Pangan Nasional segera menetapkan kebijakan harga acuan pembelian kedelai lokal dalam rangka membantu petani dan meningkatkan produksi dalam negeri. Penetapan harga acuan kedelai tersebut akan mampu memacu petani untuk lebih semangat bertanam sehingga dapat meningkatkan produksi dalam negeri.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) Peningkatan Produktivitas Kedelai di Istana Merdeka.


Arief menyebut kisaran harga acuan kedelai sekitar 10 ribu rupiah per kilogram. Harga di kisaran tersebut harus dapat memberikan keuntungan bagi petani. Namun, penetapan harga tersebut harus beriringan dengan peningkatan produktivitas kedelai yang dihasilkan.

Presiden Jokowi dalam arahannya menekankan agar kebutuhan kedelai di Indonesia tidak bergantung pada impor. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) diminta untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menanam bibit varietas unggul, dan bila diperlukan menggunakan bibit produk rekayasa genetik (genetically modified organism/GMO). Dengan menggunakan bibit GMO diharapkan produksi kedelai per hektare dapat meningkat dari 1,6 sampai 2 ton per hektare menjadi sekitar 3,5 sampai 4 ton per hektare.

Untuk mendorong peningkatan produksi kedelai, pemerintah melalui Kementan tengah menyiapkan perluasan lahan tanam kedelai dengan mengejar target hingga 600 ribu hektare produksi secara bertahap. Salah satunya melalui optimalisasi lahan di Konawe, Sulawesi Tenggara, sekitar 30 ribu hektare.

Untuk meningkatkan daya saing produksi kedelai dalam negeri, Arief juga mengatakan perlunya pemberlakuan kebijakan tarif impor kedelai yang besarannya akan ditentukan segera.

Rencananya pembeli pasti hasil panen kedelai tersebut adalah Bulog dan BUMN pangan ID Food bersama dengan anak perusahaannya. "Hari ini harga CBOT Chicago Board itu harganya kalau di rupiahkan, 7.700 rupiah per kg, sedangkan maunya angkanya sekitar 10 ribu rupiah per kg beli di petani. Itu nanti di lihat dan ini harus segera karena mau dorong Indonesia produksi kedelai seperti beberapa tahun lalu,