2023 NEGARA MASIH KURANG BAYAR SUBSIDI BBM

Meski pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi pada hari ini, Sabtu (3/9/2022), pemerintah menyatakan bakal masih ada kurang bayar subsidi sebesar Rp 100 triliun pada 2023, atas subsidi tahun anggaran 2022.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan memang jika subsidi diberikan melalui komoditas, dengan adanya kenaikan harga minyak, maka jumlah subsidi BBM dan listrik masih akan sebesar Rp 647 triliun atau Rp 653 triliun kalau harganya agak menurun sedikit seperti sekarang hingga Desember.

Dana subsidi masih akan dinikmati mereka yang punya mobil. Jadi memang subsidi melalui komoditas seperti BBM tidak bisa dihindarkan pasti dinikmati oleh kelompok yang memiliki kendaraan.

Untuk itu, demi menciptakan keadilan, pemerintah memberikan BLT BBM kepada kelompok 40% terbawah, di mana disebutkan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini sebanyak 20,6 juta orang adalah 30% masyarakat termiskin.



Selanjutnya, untuk 16 juta orang bisa meng-cover hampir mendekati 50% masyarakat yang dalam posisi ekonomi terbawah. 

Untuk tahun depan dalam UU APBN kita mengajukan subsidi BBM sebesar Rp 336 triliun. Dan kalau ini dengan kenaikan yang diumumkan oleh Menteri ESDM, kita kemungkinan masih akan ada tambahan Rp 100 triliun lagi adanya kurang bayar tahun ini yang masuk ke 2023.

Sri Mulyani menyatakan bahwa Presiden Jokowi telah menyampaikan nota keuangan RUU APBN 2023 dicadangkan Rp 336 triliun untuk subsidi BBM. Adapun RUU APBN 2023 masih dibahas dengan DPR yang akan selesai akhir September ini.