Pernikahan Real Sultan Pakuwon Murdaya




Pernikahan Prajna Murdaya dan Irene Tedja pada 2008 adalah contoh lain pernikahan agung dalam dunia bisnis Indonesia. Keduanya tentu saja dikaitkan dengan apa yang dimiliki oleh orangtua masing-masing. Prajna Murdaya terkait dengan Berca Group dan Irene Tedja dikaitkan dengan Pakuwon Group.

Berca Group atau Central Cipta Murdaya adalah kelompok bisnis yang didirikan pada 1971 oleh Murdaya Poo. Murdaya Poo dan Siti Hartati Cakra Murdaya adalah orangtua dari Prajana Murdaya. Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia (2008:312) menyebut Murdaya Poo yang kelahiran Wlingi Blitar 14 Januari 1941 itu di masa lalu pernah terlibat pengerjaaan PLTU Belau dan PLTA Mrican. Berca Group memiliki 34 anak perusahaan, yang di antaranya menjadi bergerak di bidang produksi maupun perdagangan. 

Siti Hartati Cakra Murdaya, ibu Prajna juga orang terkenal di bidang kewirausahaan. Ayah Prajna pernah menjadi anggota DPR mewakili PDIP, maka ibunya pernah di MPR dan DPA. Ibunya ikut bergiat dia usaha-usaha yang dipimpin ayahnya. Orangtuanya menikah pada 1969 dan memiliki beberapa anak.

Sementara itu Irene Tedja adalah putri dari pengusaha Alexander Tedja pemilik kelompok bisnis Pakuwon, yang terkenal dengan proyek propertinya. Alexander Tedja masuk dalam nomor 38 daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Menempati posisi ke 38 dengan kekayaan US$ 1,15 miliar (Rp 16,4 triliun). Sebelum terjun ke property, Alexander Tedja bergerak di bidang perfilman dan perbioskopan. Dia menjalankan PT ISAE FILM pada tahun 1972 dan PT Menara Mitra Cinema Corp tahun 1977 dan juga PT Pan Asiatic Film sejak tahun 1991. Alexander Tedja baru merambah property pada 1982.

Alexander Tedja yang pendiri Pakuwon ini mula-mula membeli tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya dan membangun Plaza Tunjungan I. Setelah sukses maka dia Plaza Tunjungan II dan Plaza Tunjungan III. Kemudian disusul dengan pembangunan Sheraton Surabaya, Hotel dan Tower, Kondominium Regensi, Menara Mandiri, hingga Plaza Tunjungan IV. Selain itu Alexander Tedja juga sejak 1994 membangun hunian bernama Pakuwon City yang cukup sukses.